Posted in Uncategorized

Hantu bernama TORCH

Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk memberi kejutan, yg menyenangkan ataupun sebaliknya. Atau malah keduanya didatangkan bersamaan. Seperti yg saya alami 2 tahun lalu. Tuhan mendatangkan Zaidan bersamaan dengan TORCH. Dua nama yg begitu membekas di hati saya, nama yg pertama disebut merupakan kejutan super membahagiakan sedangkan yg terakhir disebut jadi kejutan yg sempat membuat dunia terasa berhenti berputar untuk saya.

Awal perkenalan dengan TORCH

Malam itu, setelah mengantri sampai jam 11 malam untuk periksa kandungan. Akhirnya tiba juga giliran saya. Yep jam 11,ini juga yg jadi alasan untuk periksa ke obgyn lain selama 4 bulan berturut-turut. Di usia kandungan yg kelima entah kenapa saya begitu keukeuh ingin banget balik lagi periksa ke dokter yg sama dengan kehamilan sebelumnya walaupun artinya harus lama antri. Ini perlu jadi catatan, jangan mengabaikan intuisi. Begitu selesai USG, beliau hanya bertanya “Dokter sebelumnya bilang apa?” saya dan suami cuma berpandangan bingung dengan pertanyaan dokter yg menurut kami ga wajar. Saya langsung merasa ada yg salah dan lemas seketika saat dugaan salah itu diperkuat hasil USG. Dokter kemudian meminta saya untuk segera tes TORCH. Nama yg super asing buat saya.

TORCH? 

TORCH adalah singkatan dari TOxoplasma, Rubella, Citomegavirus (CMV) dan Herpes. Menurut hasil lab, kemungkinan diawal kehamilan saya terkena Toxoplasma dan Rubella. Dokter bertanya saya punya hewan peliharaan apa dirumah hingga paparan tiap harinya membuat indeks CMV yg ada ditubuh saya begitu tinggi.

Keterbatasan pengetahuan yg saya miliki hanya mencerna bahwa virus tokso itu berhubungan dengan kucing. Ternyata semua hewan peliharaan yg penampakannya lucu baik itu anjing, kucing, hamster dan kelinci berpotensi sebagai pembawa virus TORCH.

Dokter bercerita salah satu pasien yg kasusnya mirip dengan saya-pasien dengan indeks CMV tinggi, ga ngeh klo di belakang rumahnya ada peternak ayam. Walau terhalang tembok, tapi virus tetap bisa menyebar lewat udara.

TORCH menyerang janin, maka tingkat kerusakan yg dibuatnya membuat dokter memvonis bayi diperut saya tidak bisa bertahan hidup lama setelah lahir. Ada 2 opsi yg diberikan, menunggu hingga umur kandungan 9 bulan dengan resiko kembali di Caesar  atau diusahakan secepatnya lahiran dibuat normal. Keduanya pilihan tetap akan berujung sama, bayi saya tidak akan berumur lama. Oh TORCH, you’re such a silent killer.

Apa saja gejala TORCH ? 

Selain membaca hasil tes lab , rasanya sulit mendeteksi keberadaan TORCH di tubuh. Saya berusaha mengingat hal janggal apa yg terjadi selama hamil, selain gatal2 kemerahan di leher – belakangan saya baru tahu kemungkinan itu gejala Rubella. TORCH memang tidak bisa diketahui langsung, cara memastikannya memang hanya dengan tes lab.  

Bagaimana cara menghindari TORCH? 

Terlepas dari yg namanya takdir, usaha-usaha yg bisa kita lakukan selain berdoa antara lain :

  •  Tes TORCH lengkap ke lab terpercaya, sebagai bagian dari perencanaan kehamilan. Harganya untuk tes komplit lumayan, tapi bakal jadi ga seberapa kalau dibandingkan dengan kerugian kalau udah kena.
  • Menghindari makan makanan yg tidak dimasak matang seperti sate yg dibakar dari daging mentah, sushi, steak dengan tingkat kematangan rare, masakan dengan daging unggas yg tidak dimasak matang.
  • Tidak makan lalaban, sayur mentah di salad atau karedok lebih baik direbus atau dicelup dulu ke air panas walau sebentar. Toxoplasma dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu, dari sinilah toxoplasma menyebar lewat hewan dan sayuran.
  • Jika punya hewan peliharaan, diusahakan rajin membersihkan kotoran dan kandangnya. Dipastikan juga mereka sudah divaksin.

Ditulis sesuai tema minggu ke-7 ‘Arti sebuah nama’

1minggu1 cerita

Advertisements

Author:

love my happy life :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s