Movie · Review

Teeth – Bukan gigi biasa

“Every rose has its thorns”, begitu tagline di cover film bergambar perempuan cantik yg anteng berendam di bathtub ini. Perempuan cantik ini adalah Dawn O’Keefe, tipikal American darling yg lagi mekar-mekarnya. Dengan mata biru, tubuh semampai dan rambut pirangnya sepintas Dawn memang jelas-jelas menarik. Apalagi ditambah dengan keanggotaannya di perkumpulan Promises, ikatan remaja-remaja yg berjanji bareng untuk tidak akan berhubungan seks tanpa pernikahan. Gabung di grup ini membuat Dawn jadi bulan-bulanan di sekolah dan jadi bahan taruhan beberapa cowok brengsek yg bertaruh untuk menidurinya. Dawn sendiri terlihat manis-manis saja sampai ada adegan dimana Dawn yg nyaris diperkosa oleh temannya, menjerit histeris saat melihat kelamin pemerkosanya putus karena gigitan kelamin Dawn.

Gigitan ? dari kelamin? betul sekali sodarah-sodarah!  Dawn ternyata memiliki kelainan yg disebut Vagina Dentata suatu kondisi dimana si penderita memiliki vagina bergigi :P.  Kemungkinan ini karena mutasi genetik  yg diakibatkan dari radiasi pabrik nuklir dibelakang rumahnya. Istilah ini diketahui dari teriakan dokter yg putus jari-jarinya saat mau memanfaatkan keluguan Dawn yg pertama kali datang memeriksakan diri karena merasa ada yg salah dengan Vnya (jelas lah! ) ke Dokter Kelamin. Dawn yg mulai sadar kekurangannya kemudian mencari tau lebih banyak tentang Vagina Dentata hingga Dawn sendiri mulai bisa mengontrol untuk menentukan siapa korban berikutnya. Sebuah kekurangajaran yg manis karena kenyataannya Dawn punya alasan manusiawi untuk itu.

Dibalik kehororannya ada satu scene lucu diruang operasi dimana Ryan, salah satu korban gigitan Dawn diusahakan untuk disambungkan kembali propertinya dan seorang suster disitu berbisik dengan  agak linu “Hardly seems worth it! ” hihihi

Overall, saya salut dengan film yg membuat kelamin jadi center point cerita tanpa membuat film ini jadi porno. Meskipun ide cerita ini diambil dari urban legend, tapi seharusnya film ini ditonton para pria hidung belang supaya setidaknya punya rasa takut untuk berbuat hal asusila.

Advertisements

21 thoughts on “Teeth – Bukan gigi biasa

  1. film ini ditonton para pria hidung belang supaya setidaknya punya rasa takut untuk berbuat hal asusila. makanya anda kasih saya film itu? itu alasannya? : (

  2. weddehhh… pertama kali lihat judul inih, kirain bakal bahas gigikita (Gigi fans club) atau sang penulis dapet kontrak spesial dari IDI (ikatan dokter indonesia) agar anak2 indonesia makinnnnnnnnnn… heuheuheuheu.. ternyata o ternyata…. anyway rame juga kaya’a kalo nonton ini pilem, sudah tayang di bioskop tanah air kah? atau harus guglin’ n find it through yuuuutub 😀

  3. Penyebaran hukuman via urban legend sepertinya juga akan efektif di Indonesia, mengingat banyak yang lebih takut film nya KK Dheeraz ketimbang polisi 😀

    Sayang rating IMDB nya kecil (5.7) kalah dari beetlejuice (7.4) yang menang sedikit dari AADC (7.3)

  4. Di scene awal film dan akhir dari film ini sudah menyoroti bahwa rumah Dawn berada didekat reaktor nuklir, jadi film ini masuk sci-fi, yakni mutasi genetik akibat radiasi nuklir (PLTN), kenapa mutasinya berupa gigi di dalam “itu” nya ?, karena sejak kecil Dawn sering dilecehkan oleh calon kakak tiri nya,, ditambah lagi saat dia dewasa dia ikut perkumpulan yang menjunjung tinggi keperawanan.

    Sebenarnya gigi itu menggigit kalau si Dawn terpaksa atau tidak menyukai hubungan yang dilakukannya,,, kalau suka sama suka, its’ok,,,

      1. nah itulah penyebab mutasi pada diri Dawn, karena radiasi nuklir dibelakang rumahnya itu. Ini film Sci-Fi, Comedy, Horror, Thriler.

        maksudnya “gaya2” begini ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s