lovelife

My happy sundanese wedding :)

Bersih-bersih draft dan ternyata naro tulisan tentang nikahan

Sekitar 4 taun yg lalu saya dan Aa pernah berencana untuk menikah tanpa resepsi,  kami berdua berencana untuk hanya menikah di KUA untuk kemudian setelahnya berbackpacker ria sesuka hati kami. Nikah Koboi.

We  just so naive at that time

Pada akhirnya, setelah diskusi panjang,  kita sadar kalau kita berdua tidak bisa dengan egoisnya keukeuh dengan rencana semula. Ada pihak keluarga yg akan sangat-sangat menentang rencana kami. Kami berpikir ulang untuk tidak memulai langkah besar di hidup kami dengan perselisihan.

Untunglah berpikir ulang,  kami jadi tau  kalau nikahan dengan resepsi plus upacara adat Sunda itu tidak seribet yg kami kira.. Well it just once in a lifetime then, pegel-pegel dikit mah ga masalah juga kan?

Untuk para calon pengantin sunda,  saya ingin sedikit berbagi apa yg saya dan suami alami hari itu

Berikut urutan nikahan Sunda kami :
Mapag Mantu

Dimulai dari upacara Mapag,  Ibu mempelai wanita menyambut calon mantunya sambil mengalungkan untaian melati

Selanjutnya setelah Akad Nikah, lanjut ke
Sungkeman

Pengantin melakukan sembah sungkem untuk memohon doa restu kepada kedua orang tua. Diiringi dengan salawat Nabi  dan wejangan. Urutan sembah sungkem diawali oleh masing-masing ibu mempelai , kemudian bergantian kepada mertua. Dilanjutkan sembah sungkem masing-masing ayah, dan kemudian bertukar tempat sembah sungkem kepada bapak mertua.

 Saweran

Dalam bahasa Sunda, saweran berasl dari  kata awer , ibarat benda cair, bisa ditebar dengan mudah

Di upacara ini, kedua orangtua mempelai  dibimbing juru sawer me-nyawer-kan beras, bercampur kunyit, uang logam dan permen. Kedua mempelai duduk berdampingan dibawah payung sementara para undangan yg menyaksikan berebut memunguti recehan dan permen yg ditabur.

Setiap benda yg ditabur dari bokor memiliki arti.

Beras sebagai makanan pokok melambangkan kemakmuran, diharapkan pengantin hidup makmur dalam rumah tangga nya
Kunyit melambangkan kejujuran dalam rumah tangga, seperti kunyit yg berwarna kuning baik di luar maupun dalam nya.  Seperti itulah dalam rumah tangga semestinya, tidak ada kepura-puraan terhadap pasangan.

Permen yg manis melambangkan kehidupan rumah tangga yg manis sesuai harapan dalam pernikahan

Uang receh menyimbolkan kesejahteraan yg harus dibagi kepada sesama

Filosofi dari upacara saweran intinya  kedua mempelai kalau dilimpahi rezeki yg cukup tidak segan-segan berbagi dengan sanak keluarga, handai taulan dan fakir miskin (dengan ikhlas tentunya)

Meuleum harupat (membakar lidi)

Di sesi ini pengantin pria memegang lidi yg lalu dinyalakan pengantin wanita dengan lilin, setelah itu pengantin wanita mengambil air untuk memadamkan api dan lidi kemudian dipatahkan pengantin pria. Filosofinya adalah sifat2 pemarah dan tidak terpuji bagi lelaki yg akan jadi tiang rumah tangga harus dihilangkan jika ingin rumah tangganya selamat dunia akhirat

imageNinjak endog (menginjak telur)

 Telur adalah awal kehidupan, dari telur muncul daging, darah dan nyawa. Lebih jauh telur adalah lambang kesuburan dan lebih khusus lagi lambang keperawanan. Telur diinjak hingga pecah, kemudian pengantin wanita jongkok dan membasuh/ mencuci kaki pengantin pria dengan air kendi, lalu mengeringkannya dengan handuk. Terakhir kendi yg digunakan untuk menyiram kaki dibanting hingga pecah. Teakhir jari jempol pengantin pria ditekan ke ubun2 sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan kehidupan rumah tangga.
Huap lingkung(saling menyuapi)

Kedua orang tua menyuapi kedua mempelai dengan nasi punar (nasi ketan kuning yg dinuat menjadi bulatan kecil-kecil) sebagai simbol suapan terakhir orangtua kepada anaknya  dimana setelah menikah, pengantin bertanggung jawab untuk mandiri dalam menafkahi rumah tangga tanpa bantuan finansial dari orangtua lagi

Selanjutnya kedua mempelai saling menyuapi nasi punar. Tersedia 7 bulatan nasi punar  diatas piring. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan
 Pabetot bakakak hayam

Kedua mempelai memegang paha ayam dan setelah itu diberi aba2 oleh juru rias untuk saling menarik sekuatnya, yg berhasil mendapatkan yg lebih besar, konon akan mampu membawa rezeki yg banyak.setelah itu, potongan ayam besar harus digigit bersama sebagai simbol bahwa rezeki meski yg mendapatkan hanya salah seorang , harus dinikmati bersama

Dari semua upacara itu untuk saya pribadi, upacara nincak endog yg paling sederhana tapi filosofinya  paling ngena.   Saat membersihkan kaki suami dari telur yg dipecahkannya bermakna bakti seorang istri pada suami, sebagai bentuk kesepakatan untuk tidak mempersoalkan masa lalu.

See? setiap urutan-urutan itu meskipun mungkin bagi sebagian orang (termasuk saya pada awalnya) terlihat kurang simple dan wasting time . Padahal setelah menjalani dan mengerti  makna-makna dibalik semua upacara yg harus saya dan Aa lewati itu justru malah membuat saya makin bangga dengan budaya Sunda dan semua atributnya.

Sebenarnya kita bisa memodifikasi  sedikit tanpa menghilangkan makna-makna  didalamnya,  seperti lidi yg dibakar bisa diganti dengan korek gas, telur injakan yg pecah namun tetap dibalut plastik supaya  lebih mudah dibersihkan dan bau anyirnya tidak mengganggu atau saweran uang logam yg kami ganti jadi voucher pulsa dan cincin  

Seperti kata Carrie di Sex and the City “You have to take the tradition, and decorate it your way”.  Semuanya bergantung kita 🙂

Buat yg sedang merencanakan nikah dan berpikir untuk memangkas upacara adatnya, coba dipikir ulang 🙂

Cheers,

Ala 

Advertisements

3 thoughts on “My happy sundanese wedding :)

  1. U killed it! finally U can describe moments U want to type. meminjam istilah David Foster ketika selesai mendampingin Zaneta Naomi (penyanyi usia belia) di konser David Foster n frens di Jakarta ‘You Killed it!’, saya rasa hibernasi sang penulis sudah akan selesai, so WELCOME… ditunggu pencerahan lainnyah, love to reads of yours #tulisannyahCrunchy, heuheuheuheu

  2. urutan sembah sungkem diwawali oleh masing-masing ibu mempelai , kemudian bergantian kepada mertua. Dilanjutkan sembah sungkem masing-masing ayah, dan kemudian bertukar tempat sembah sungkem kepada bapak mertua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s