Posted in Absurd Conversation

Baper

Mbak Pedikur Salon : “Kakinya no berapa Teh ?”
Saya                               : “Kadang 37 atau 38, bergantung model sepatu, gimana                     enaknya di kaki aja sih ”
Mbak Pedikur Salon : “Eugh Teh…Maksudnya kutek nya mau dipakein yg nomer               berapa Teh? ”
*nunjuk ke arah  lingkaran warna yg saya pegang dengan pandangan ‘teh sehat teh?’     Saya                             : …………………….. *ingin pindah ke Timbuktu

Posted in happiness, lesson

6 tahun tanpa TV

Akhir tahun 2016 kemarin, genap 6 tahun menikah, genap 6 tahun pula keluarga kecil kami hidup tanpa TV.  Awal menikah, anggaran rumah tangga memang terbatas dan pas-pasan membuat kami yg sepakat untuk tidak menerima pemberian orang tua cukup kewalahan. Boro-boro beli TV, gaji bulanan kami berdua saat itu ngepas buat bayar cicilan rumah, biaya kuliah suami dan pinjaman renovasi rumah. Lalu untuk makan sehari-hari gimana? Kebetulan saat itu saya bekerja di tempat yg menyediakan makan siang dan suami makan siang di kantin dengan sistem voucher kampus. Kini cerita ini jadi bahan obrolan seru untuk kami berdua, Alhamdulillah nikmat rasanya itu semua sudah terlewati.

Kini setiap kerabat bertamu, selalu ada pertanyaan. “TV disimpan dimana?” dan kemudian diikuti pandangan heran saat dijawab “Memang ga ada TV di rumah ini”. Seringnya sih dianggap bercanda, sampe beneran ga nemu baru kemudian nanya lagi “Seriusan? Kenapa ga ada?” biasanya saya cuma senyum, males jawab ✌️. Atau klo lagi mood jawab palingan jawab “Memang milih ga punya TV” biasanya jawaban itu  berujung tatapan ‘kalian-aneh-banget’  untuk yg ga berani bilang langsung atau kalimat “Ah kalian aneh! ” untuk yg berani terang-terangan hahaha

Iya deh Bang Joey, kami emang ga punya TV ☺️

Ih kan kasian anak ga kenal TV! Yakali harus, di Daycare anak-anak punya waktu maksimal 2 jam setiap harinya untuk bisa nonton video pilihan sehabis mandi sore sambil menunggu dijemput orang tua. Alhamdulillah anak saya terhindar dari tontonan ga bermutu.

Belum lagi tawaran silih berganti dari Mama, Mama mertua, Bibi dan Nenek yg hingga sekarang intens menawari TV cuma-cuma. Malahan diiming-imingi untuk dikirim langsung ke rumah. Saya ngerti kok itu sebagai bentuk sayang dan seperti biasanya jawaban saya dan suami tetap sama, “Terimakasih nanti klo udah butuh kita pasti bilang”.

Saya heran, sejak kapan dan kenapa punya televisi dianggap suatu keharusan lantas saking harusnya orang yg milih untuk ga punya dicap aneh.  Untuk saya yg namanya keharusan itu adalah menghormati pilihan orang lain saat tidak sependapat dengan kita karena pastinya setiap orang punya alasan sendiri. Bukankah  kelak tiap-tiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban untuk segala pilihannya kan?

Posted in Uncategorized

Rekomendasi bacaan sebelum tidur untuk balita

Akhir-akhir ini diberitakan berseliweran buku anak berkonten dewasa, sebagai orang tua jelas kita pasti khawatir. Berikut buku rekomendasi untuk Balita versi saya

1. Asal Mula Namaku

Buku Asal Mula Namaku ini berisi cerita tentang O yg menceritakan asal usul namanya yaitu saat mengandung O, Ibu mengidam onde-onde. O juga punya 4 saudara yg lucu, dengan cerita uniknya masing-masing.

Buku ini cocok untuk latihan mengenal huruf lewat cara yg yg menyenangkan.

Selain buku Asal Mula Namaku, buku-buku terbitan Rabbithole lain juga recommended. Devi Raissa , penulisnya yg seorang psikolog anak tau benar memanjakan imajinasi anak.

2. Seri Cican

Pernah mampir ke channel youtube Mas Waditya? Klo pernah pasti ga asing dengan Cican, karakter kelinci lucu ciptaannya. Dalam kesehariannya Cican berteman dengan Olen, Monsta Dan Meera.

Lewat buku Cican, anak belajar respek dan makin kenal dengan kata ajaib maaf, tolong dan terimakasih. Sebagai reward sudah berkata ajaib, di halaman belakang bisa menempelkan sticker Cican yg lucu.

3. Traveling Man – James Rumford

Buku ini berisi catatan perjalanan Ibn Battuta yg diceritakan kembali oleh James Rumford yg juga seorang traveler. Dengan gambar warnawarni, membacanya membuat berasa jadi ikut keliling dunia. Naik unta di Tunisia, mengagumi indahnya langit Mesir dan kebaikan hati penduduknya yg berhati luas seperti sungai Nil, ditabrak badak bercula di Samarkand hingga terombang-ambing  di laut Jawa.

4. Teddy’s Toy Cupboard

MnS ngeluarin buku? Saya juga baru tau. Bukunya pop up nya cukup keren karena saat Teddy memainkan mainannya semua bisa bergerak. Lempar2an bola, mainan kereta api di kamar, sampai boneka bebek di bath tub. Di akhir-akhir cerita anak ikut membantu Teddy menyimpan kembali mainan ke tempatnya.

Buku ini cocok untuk mengajarkan anak bertanggung jawab membereskan mainan setelah bermain.

Posted in Uncategorized

Hantu bernama TORCH

Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk memberi kejutan, yg menyenangkan ataupun sebaliknya. Atau malah keduanya didatangkan bersamaan. Seperti yg saya alami 2 tahun lalu. Tuhan mendatangkan Zaidan bersamaan dengan TORCH. Dua nama yg begitu membekas di hati saya, nama yg pertama disebut merupakan kejutan super membahagiakan sedangkan yg terakhir disebut jadi kejutan yg sempat membuat dunia terasa berhenti berputar untuk saya.

Awal perkenalan dengan TORCH

Malam itu, setelah mengantri sampai jam 11 malam untuk periksa kandungan. Akhirnya tiba juga giliran saya. Yep jam 11,ini juga yg jadi alasan untuk periksa ke obgyn lain selama 4 bulan berturut-turut. Di usia kandungan yg kelima entah kenapa saya begitu keukeuh ingin banget balik lagi periksa ke dokter yg sama dengan kehamilan sebelumnya walaupun artinya harus lama antri. Ini perlu jadi catatan, jangan mengabaikan intuisi. Begitu selesai USG, beliau hanya bertanya “Dokter sebelumnya bilang apa?” saya dan suami cuma berpandangan bingung dengan pertanyaan dokter yg menurut kami ga wajar. Saya langsung merasa ada yg salah dan lemas seketika saat dugaan salah itu diperkuat hasil USG. Dokter kemudian meminta saya untuk segera tes TORCH. Nama yg super asing buat saya.

TORCH? 

TORCH adalah singkatan dari TOxoplasma, Rubella, Citomegavirus (CMV) dan Herpes. Menurut hasil lab, kemungkinan diawal kehamilan saya terkena Toxoplasma dan Rubella. Dokter bertanya saya punya hewan peliharaan apa dirumah hingga paparan tiap harinya membuat indeks CMV yg ada ditubuh saya begitu tinggi.

Keterbatasan pengetahuan yg saya miliki hanya mencerna bahwa virus tokso itu berhubungan dengan kucing. Ternyata semua hewan peliharaan yg penampakannya lucu baik itu anjing, kucing, hamster dan kelinci berpotensi sebagai pembawa virus TORCH.

Dokter bercerita salah satu pasien yg kasusnya mirip dengan saya-pasien dengan indeks CMV tinggi, ga ngeh klo di belakang rumahnya ada peternak ayam. Walau terhalang tembok, tapi virus tetap bisa menyebar lewat udara.

TORCH menyerang janin, maka tingkat kerusakan yg dibuatnya membuat dokter memvonis bayi diperut saya tidak bisa bertahan hidup lama setelah lahir. Ada 2 opsi yg diberikan, menunggu hingga umur kandungan 9 bulan dengan resiko kembali di Caesar  atau diusahakan secepatnya lahiran dibuat normal. Keduanya pilihan tetap akan berujung sama, bayi saya tidak akan berumur lama. Oh TORCH, you’re such a silent killer.

Apa saja gejala TORCH ? 

Selain membaca hasil tes lab , rasanya sulit mendeteksi keberadaan TORCH di tubuh. Saya berusaha mengingat hal janggal apa yg terjadi selama hamil, selain gatal2 kemerahan di leher – belakangan saya baru tahu kemungkinan itu gejala Rubella. TORCH memang tidak bisa diketahui langsung, cara memastikannya memang hanya dengan tes lab.  

Bagaimana cara menghindari TORCH? 

Terlepas dari yg namanya takdir, usaha-usaha yg bisa kita lakukan selain berdoa antara lain :

  •  Tes TORCH lengkap ke lab terpercaya, sebagai bagian dari perencanaan kehamilan. Harganya untuk tes komplit lumayan, tapi bakal jadi ga seberapa kalau dibandingkan dengan kerugian kalau udah kena.
  • Menghindari makan makanan yg tidak dimasak matang seperti sate yg dibakar dari daging mentah, sushi, steak dengan tingkat kematangan rare, masakan dengan daging unggas yg tidak dimasak matang.
  • Tidak makan lalaban, sayur mentah di salad atau karedok lebih baik direbus atau dicelup dulu ke air panas walau sebentar. Toxoplasma dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu, dari sinilah toxoplasma menyebar lewat hewan dan sayuran.
  • Jika punya hewan peliharaan, diusahakan rajin membersihkan kotoran dan kandangnya. Dipastikan juga mereka sudah divaksin.

Ditulis sesuai tema minggu ke-7 ‘Arti sebuah nama’

1minggu1 cerita

Posted in heartwarmer

Jatibarang

“Eh waras jeh Nok? “, buat saya yg seumur-umur tinggal di Bandung – kota yg penduduknya terkenal ramah, disapa dengan logat teriak2 seperti itu kok rasanya kasar ya. Waras? Ya jelaslah, kurang keliatan apa ? Belakangan saya dibriefing Mama klo kalimat itu ditranslate ke bahasa Indonesia ya artinya jadi Apa kabar Mbak/ Neng? Dan waras berarti sehat,  hadeuh jadi malu ditanya gitu langsung jutek.

Rasanya itu baru kemarin padahal kejadian 20 tahun lalu waktu  berkunjung lagi ke Jatibarang, Indramayu – kampung halaman atau tempat numpang lahir untuk kasus saya. Disana, Mama dibantu lahiran dikasur rumah Nenek oleh Ma Kaspiah yg seorang paraji atau dukun beranak . Yes sebelum Alanis Morissette mempopulerkan gerakan melahirkan dikasur, mama saya udah duluan coba 8-). Ada cerita ajaib waktu sehabis lahiran mama ditanya Ma Kaspiah kira2 ini orok mau dikasih nama siapa terus mama jawab Lingga, Ma Kaspiah langsung menerawang terus kayang eh ga deng yg bener Ma Kaspiah langsung geleng-geleng kepala terus nyuruh cari nama lain yg berawalan huruf N biar nasibnya baik dan nanti jodohnya berawalan huruf A. Mama yg ga enak hati  karena Ma Kaspiah ga mau dibayar sama sekali kepaksa nurut, jadilah saya dinamain Nirmala dan bersuamikan Ali. Lucunya mantan-mantan saya berawalan huruf A, canggih juga ya ramalan Ma Kaspiah.

Dateng lagi ke Jatibarang menang penuh ke culture shock-an dimulai dari perjalanan yg bikin geli sendiri denger lagu tarling  saat harus pindah bis di Palimanan setelah dengar musik yg bikin adem telinga sebelumnya. Lalu pagi pertama disana dimulai dengan main-main di halaman yg klo pintu belakangnya dibuka langsung pemandangan sungai yg airnya ga bersih2 amat tapi padat aktivitas setiap paginya. Mirip lemari Narnia, kayak masuk ke dunia lain. Ramai sama ibu-ibu berkutang yg cuci baju berjamaah sama anak2 yg main air di sungai, bagian terbaiknya di seberang sungai ada penjual bubur yg cukup delivery order lewat sekali teriak sama isyarat jari tangan , langsung bawain bubur pesenan nyebrangin sungai. Canggih bener.

Siangnya saya main ke pasar Bulak naek becak, sebagai anak kecil amazed banget lah liat banyak monyet yg konon jumlahnya ga pernah bertambah ataupun berkurang. Main pasir dan lihat ubur-ubur di pantai Tirtamaya juga sama menyenangkannya. Pulang dari sana minum Campolay pisang susu yg selalu ada di kulkas. Minuman superhits disana. Biasanya sebelum tidur pasang kelambu dulu buat ngehindarin nyamuk sana yg super ganas (mungkin sempet ditraining Bram Stoker), kasur kapuk yg ada dicipratin dulu sama air biar tidur ga berasa panas. Padahal klo dihitung2 sehari mandi bisa sampe 8 kali, karena air cuma berasa numpang lewat aja. Beres mandi, udah gerah lagi.

Saat Minggu ini harus nulis tulisan bertema kampung halaman,  sungguh ga banyak hal yg bisa diingat. Saya bahkan sampe buka google street untuk liat penampakan rumah alm nenek untuk ngerecall memory. wp-1485706126847.png

Setelah ketemu, yg pertama diingat malah kejadian tragis depan pagar rumah Nenek, biasanya  di pagi buta banyak ibu-ibu penjual makanan basah berjejer di depan pagar rumah Nenek. Mulai dari Koci (semacam nagasari isi kacang merah berbentuk limas) , Cikak , Serabi kinca sampai keripuk melarat. Salah satu ibu penjual meninggal ditempat terkena gelindingan ban yg lepas dari Truk gandeng yg melintas. Horor memang, mirip adegan alaala film Final Destination. Ajaibnya besoknya udah ada lagi pedagang baru yg ngisi lapak yg baru kosong sehari. Ebuset.

Ternyata banyak yg udah berubah, rumah alm. nenek sekarang jadi BNI, lorong dipinggir rumah tempat saya pertama kali pamer bisa naik sepeda kumbang masih ada. Bikin baper karena ngeliatnya bikin kebayang senyum bangga alm papa. Rumah sebelah yg sengaja naro tv diluar buat hiburan penarik becak sekarang jadi Alfamart. Bioskop di sebrang jalan kini jadi rumah tinggal. Dan pohon mangga yg dulu ada di setiap rumah –  ciri khas penduduknya sekarang hilang ditebang para pemilik rumah yg baru,diliat dari foto jalanan disana makin gersang tapi  malah bikin jadi tertarik untuk napak tilas kesana. Mungkin akan lebih seru karena kesana lagi bareng anak dan suami, sukur-sukur ketemu Ma Kaspiah buat nunjukin kecanggihan ramalannya 😀

 

Tulisan pertama di 2017 untuk  tema spesial kampung halamanwp-1485697815701.jpg

Posted in happiness, parenthood

Misi Roket Ranger Kuning di Jejakecil

Sehabis baca pengalaman seru Eva di Jejakecil  , saya jadi tertarik untuk ajak Feris main disana. Seperti biasanya, kegiatan jejakecil bisa dilihat di Instagramnya

Keren kan tema nya? Saya pun makin penasaran
Akhirnya di Sabtu siang, Feris menuntaskan kepenasaran ibunya 😀

Diawal acara kakak-kakak di Jejakecil mengajarkan memulai dengan berdoa dan memberi semacam pengarahan dengan bahasa sederhana untuk kegiatan yg akan diikuti 2 jam kedepan. Ceritanya, Ranger kuning menghilang dan butuh pertolongan teman-teman. Disini anak diasah kemampuannya untuk bisa menyimak dan mau mendengarkan orang lain. Orang tua tetap bisa melihat kegiatan dari tempat yg telah disediakan. Sesekali Feris menoleh untuk memastikan Baba dan Ibunya ga jauh-jauh.

img_20160924_141226
Kak Vanny sedang berkomunikasi dengan Ranger Kuning, semua serius mendengarkan 😀

Sempat khawatir acara jadi ga seru, karena mendung sudah mengintai sejak datang di tempat. Tapi ternyata Jejakecil konsisten sama caranya untuk mengajak anak bermain di alam terbuka.

 

img_20160924_145322

Dengan jas hujan yg sudah disediakan, anak-anak bisa tetap bermain diluar. Disini juga untuk pertamakalinya Feris diperkenalkan dengan percobaan Science sederhana.

 

Dengan baking soda dan cuka, anak-anak takjub dengan keajaiban balon yg bisa mengembang tanpa ditiup. What a fun science experiment for kids !
Feris amazed dengan larutan kimia pertama yg dibuatnya  🙂

Setelah dibuat takjub, anak-anak dilatih kemampuan motorik halusnya dengan menghias roket yg akan digunakan untuk menolong ranger  kuning. Menyenangkan karena hasil tempel-tempel di roket ini bisa dibawa pulang.

img_20160924_151359

Setelah 2 jam bermain bersama, permainan ditutup dengan atraksi kakak Jejakecil yg menerbangkan roketnya. Feris dan teman-teman kembali dibuat takjub 🙂

Thanks Jejakecil sudah jadi tempat alternatif bermain outdoor sambil belajar dengan tema menarik, anak-anak bisa bereksplorasi dan berkreasi dengan cara menyenangkan.