Posts tagged ‘wishin’’

December 30, 2009

guilty, please don’t judge me!

Apa sih yg bisa dijadikan ukuran kedewasaan?
UMUR?
pada awalnya iya (untuk saya, dan mungkin sebagian orang?)
Dengan umur jadi bisa punya KTP, masuk tempat2 yg dianggap cuma orang dewasa yg bisa masuk tanpa diusir atau dapet pandangan aneh, punya SIM, kerja untuk kemudian dapet duit dan tabungan sendiri,bebas beli apa yg dimau, punya jam malam lebih longgar dan dianggap pantas untuk bikin keluarga baru.
Isn’t that sounds nice?
pada awalnya iya (untuk saya)
beruntung saya lahir dari ibu yg cenderung lebih moderat
saya dianggap sudah cukup dewasa dan dipercaya untuk tau apa dilakukan dengan segala konsekuensinya.
dan konsekuensi memang sudah seharusnya jadi impact dari hasil perbuatan
Bahwa kadang keputusan yg diambil tidak selalu dianggap tepat untuk kemudian saya menyadari betapa childishnya keputusan yg diambil

and now, here I am
saya lagi mengalami krisis kedewasaan -halah-
Kepentok masalah yg kurang etis untuk diceritain di blog.
Intinya saya lagi ditegur dan dituntut dewasa dalam situasi yg g diharapkan.
Saya harus bertindak sesuai umur, sementara secara mental sama sekali belum siap
dalam hal ini, dalam keadaan setengah sadar saya udah menyakiti hati banyak pihak dengan ketidakdewasaan saya
call me irresponsible for this.
saya g amanah.

Kemarahan, emosi, bertindak impulsif jadi bentuk ketidakdewasaan saya
dan saat ini saya sangat2 menyesal.
Lagi mikir apa yg bisa saya lakukan untuk mamperbaiki semuanya
karena dalam hal ini saya harus mem fixing beberapa hati yg udah saya sakiti bukan sekedar genteng bocor yg tinggal diganti sama genteng baru ato panci rombeng yg bisa ditambal pake segel murahan yg cukup dibeli di pasar.

Dari hal ini saya mau belajar, dan bisa ngambil kesimpulan
bahwa umur bukanlah jaminan kedewasaan.
umur cuma bentuk hitungan hari dimana kita hidup
yg dimana seharusnya makin besar hitungan harinya berbanding lurus dengan nilai kemampuan kita menguasai diri kita sendiri untuk terus memelihara kebaikan.

Mudah2an ini bukan sekedar tulisan hasil penekanan ego yg sifatnya sementara
Mudah2an tahun 2010 saya bisa lebih matang untuk mempertimbangkan segala sesuatu bukan hanya untuk kepentingan pribadi
Mudah2an yg hati-hati nya sempat tersakiti bisa berbesar hati memaafkan dan memberi kesempatan bagi saya untuk belajar dewasa
dan mudah2an yg membaca bisa saling mendoakan untuk sama2 menjadi pribadi yg lebih baik
Amin

Tags: ,
September 3, 2009

Miiko series, anyone?

Dari sekian banyak komik yg saya suka, komik Miiko tetep ada di paling atas list a-must-read . Saya masih inget banget pertama kali nemu Miiko di rak taman baca waktu nunggu les Hanyu dan langsung keterusan baca semua serinya (Xiexie Lao Shi! Wo jie ni te Miiko feng yun happy)
Beres baca semua serinya, dari mulai Namaku Miiko (1-4), Hai Miiko! (waktu itu baru sampe ke 17), sampe semua kumpulan cerita terbaik Miiko (+Miiko jaman Edo) saya pun mulai getol hunting ke gramed dan g pernah nemu , Lao Shi cerita kalo Miiko emang jarang.
itu 2 taun yg lalu yah…dimana nyari Miiko susahnya ampun-ampunanwhew!.

Komik Miiko, sesuai dengan judulnya menceritakan hari-hari Yamada Miiko tokoh utamanya,anak kelas 5 SD dan orang-orang sekelilingnya
Keluarga (mama,papa, Mamoru-adik Miiko yg cenderung lebih dewasa dari Miiko, Momo-Adik bungsu yg baru lahir di jilid 19), sahabat2nya (Mari Chan yg egois dan pengen jadi komikus, Yuko-yg sabar dan dewasa, penengah klo Miiko dan mari musuhan…see? musuhan..inget jaman SD kan?day dreaming), temen2 sekolahnya (Yoshiki yg jago bikin film, Kenta yg punya toko roti, Miho yg naksir Tappei)
disini dselipin juga cinta2an monyet gaya anak2, love-hate relationshipnya Miiko sama Tappei kadang bikin ngakak sampe sakit perut, Miiko yg kadang sering diketawain karena tingginya cuma 122 cm juga punya secret admirer (well, not secret anymore tongue) yg namanya Yoshida..cowok manis yg sangat gentleman (even he not yet a man big grin)miikoonomiikoterbang
Semua hari-hari ceria Miiko, di sekolah(PR,nilai ulangan yg jelek,maen bola), liburan bareng sepupunya di kampung Papa dan metik semangka di kebun Nenek, sedihnya Miiko saat hamsternya mati (that was so me anyway), khawatirnya Miiko saat temen-temennya mulai mengalami menstruasi dan perubahan bentuk tubuh sementara dia masih tetep kontet laughing, dan cinta2an gaya anak kelas 5 SD mengalir tanpa harus dipaksakan untuk jadi dewasa, tetep khas anak-anak (jangan harap nemuin gaya2 anak2 kecil yg pacaran di sinetron Indonesia)

Untungnya, sekarang nyari Miiko g susah lagi, meski saya masih aneh tiap kali ngobrol jarang banget ada yg tau Miiko tapi komiknya cepet banget abis di Gramed. Sayapun mulai mengoleksi Miiko untuk bacaan anak saya kelak, saya khawatir dengan semua tontonan dan bacaan untuk anak2 sekarang, saya ingin nanti anak saya ikut menikmati bacaan bagus ini.
Saya suka dengan cara Ono menyampaikan pesan-pesan kejujuran,persahabatan dan sex-ed dengan simple,realistis,penuh pesan moral dengan polos tapi tetep mengena. Two thumbs up untuk Ono Eriko.
Dan diam-diam (it’s secretdon't tell anyone )bacaan ini bikin saya bermimpi untuk jadi the next Ono Eriko yg sukses menciptakan Miiko si anak SD yg berkarakter, ato Madonna yg sangat inspiring dengan English Rose dan Mr. Peabody’s Applenya…yeah why not?I don't knowalll miiko

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.